Menghapus pilu dari pelupuk mataku,
Tebersit lara dalam arti benalu,
Galau, resah, gelisah tak menentu,
Bagai bintang ketika ia goyah akan terjatuh,
Aku sungguh tak ingin kau menjadi bintang paling bersinar,
Namun, kau tetap memaksa,
Kau bilang, jika kau bersinar terang. Maka tak gelap malamku,
Tapi kau lupa hukum alam.
Jika kau bersinar kian terang, kau akan meledak lalu hancur berkeping,
Aku katakan, "aku tak mau! biarkan malamku gelap membuta, asalkan engkau menggamit tanganku".
Tapi kau tetap memaksa. kau bilang, "Biarkan aku hancur, asalkan kau dapat menikmati terangku".
Sungguh aku tak mau!
#Episode 'Kutunggu kau dibawah jembatan merah.
Disini,,
Dibawah titik sadarku,,
Didalam palung relung terdalam hatiku,,
Biarkan rasa itu terdampar hingga ia berbentuk pulau
18.51
Rabu, 21 Mei 2014
Minggu, 13 April 2014
Cerita Galau di Malam UN `~`
Aku masih ingat bagaimana tatapan awalku ketika pertama kali
menjejakkan kaki di sekolah ini. Menatap dari sudut ke sudut. Lalu mengintip
tiap cela yang dapat ku intip. Aku tak pernah bermimpi bersekolah disini,
bahkan bayangannya pun tak sampai terlintas di hati.
Sekarang, aku sudah hampir tiga tahun bersekolah disini. Sudah
beribu hari kulalui dan beribu cerita kulewati. Malam ini, 13 April 2014. Jiwaku
dimantapkan, ragaku disiapkan, dan pensilku ditajamkan. Kerena besok 14 April
2014 adalah pertempuran yang sesungguhnya. Jika dulu ketika senbuah granat
menyentuh tubuhku, maka ia hanya akan menggores sedikit kulit bagian luar. Tapi
besok, jika granat itu menyentuh tubuhku dan aku tak dapat mengatasinya, maka
MATILAH aku!
KEEP FIGHTING! HAMSAH Ipeh `~`
sungguh deg - degan, pengen nangis, pengen cepet - cepet berakhir. sumpah, aku bener - bener takut.!
Tapi? apa yang mau di takutin ya? toh, kita kan perempuan baja. jadi, harus kuat dong :)
sungguh deg - degan, pengen nangis, pengen cepet - cepet berakhir. sumpah, aku bener - bener takut.!
Tapi? apa yang mau di takutin ya? toh, kita kan perempuan baja. jadi, harus kuat dong :)
"Tanpa judul"
Sungguh sulit menanam kembali bunga yang pernah buat taman ini menjadi gersang.
Aku sudah mencoba untuk memupuknya,
Aku juga tak lupa menyiraminya,
Namun sayang, dia bahkan tak dapat bertahan sampai musim semi datang
Apalagi yang harus kukatakan, jika daya dan upaya telah aku lakukan.
Apalagi yang harus kuusahakan, jika semua berakhir pada keputusasaan.
Persetan dengan semua yang kau katakan!
Kau harusnya jadi Aku!
Agar kau pun dapat merasa. Bagaimana perihnya goresan ilalang, saat kau cabut rumput liar.
Kau harusnya jadi Aku!
Barang sejenak menyicipi, sebuah rasa yang tak dapat dinalar oleh indera pengecapmu
Kau harusnya jadi Aku!Aku!Aku
Seharusnya
Aku sudah mencoba untuk memupuknya,
Aku juga tak lupa menyiraminya,
Namun sayang, dia bahkan tak dapat bertahan sampai musim semi datang
Apalagi yang harus kukatakan, jika daya dan upaya telah aku lakukan.
Apalagi yang harus kuusahakan, jika semua berakhir pada keputusasaan.
Persetan dengan semua yang kau katakan!
Kau harusnya jadi Aku!
Agar kau pun dapat merasa. Bagaimana perihnya goresan ilalang, saat kau cabut rumput liar.
Kau harusnya jadi Aku!
Barang sejenak menyicipi, sebuah rasa yang tak dapat dinalar oleh indera pengecapmu
Kau harusnya jadi Aku!Aku!Aku
Seharusnya
Minggu, 30 Maret 2014
"Tuuk.. tuk .. tuk" aku mengetuk ngetukkan ranting kayu. Berharap ini adalah tongkat sihir yang dapat mengabulkan setiap permintaanku.
"ABRAKADABRA!.... Datanglah! Datanglah!"
Aku mengilusi diriku sendiri, berharap kau dapat kembali ketika aku bacakan mantra. Lalu kupejamkan mataku. 'Berimaji, bahwa kau sedang berdiri dihadapanku, tersenyum lalu berkata "Aku Pulang!"
"Aaahhh!! memikirkannya saja aku bahagia, apalgi jika ini menjadi nyata. :P
"ABRAKADABRA!.... Datanglah! Datanglah!"
Aku mengilusi diriku sendiri, berharap kau dapat kembali ketika aku bacakan mantra. Lalu kupejamkan mataku. 'Berimaji, bahwa kau sedang berdiri dihadapanku, tersenyum lalu berkata "Aku Pulang!"
"Aaahhh!! memikirkannya saja aku bahagia, apalgi jika ini menjadi nyata. :P
Sabtu, 29 Maret 2014
Kata Terindah Malam Itu "Sampai Jumpa"
Aku berucap tak
henti. Menunduk pandang ke sepatu flat shoes bercampur lumpur yang kukenakan. Bukan
tak berani kutatap matamu, hanya saja aku sedang berharap agar keajaiban itu
datang. Keajaiban yang dapat memberikanku dua permintaan. Pertama, waktu berputar
dalam menitan yang lebih cepat dari biasanya, agar rasa sepi tak sampai
menghinggapi. Atau pada pilihan kedua, kuharap kejaiban meloncatkan waktu
pada hari dimana kita kan bertemu kembali.
Mencegahmu? Oh tidak!
Aku tak pernah berfikir untuk mencegahmu. Aku tahu kau punya mimpi besar didepan sana. Hanya saja, berusaha menghilangkan memori tentangmu, sungguh sulit! Bahkan
untuk sepersekian detik pun aku tak sanggup.
“Dua atau Tiga
tahun lagi aku baru akan kembali.” Pesan singkat kuterima ketika butiran itu
menetes di pelataran pipi. pesan? Kita bahkan tak sampai berjarak dua langkah, mungkinkah
kau tak sanggup melihat rona merah dipipiku? Aku memejamkan mata, berharap ini
hanya mimpi. Lalu pesanmu datang kembali. “Jika memang masih sampai usiaku,
maka tulang rusuk dan penopang yang pas akan mengikat satu sama lainnya.”
Aku terdiam dalam
keheningan malam. Kembali memejamkan mata, barang sejenak menenangkan rasa yang
mengusik dada. Pertanyaanku malam itu, “Bagaimana aku bisa membiarkan kau pergi
menjauh, jika kekuatanku bersumber padamu?”
“Jaga dirimu. Aku tak
ingin kau terluka saat aku jauh darimu” kau berpesan untuk ketiga kalinya. Kini
kau bukan hanya mengusik rasa dihatiku, karena terlebih dari itu--kau
mengoyakkannya.
Tak banyak yang
dapat kuluapkan malam itu. Mulutku terbungkam, nafasku tertahan, dan mataku
terpejam. Kau belum pergi dari kotaku, namun rasanya kerinduan telah lebih dulu
tertanam.
“Sam-pai ber-te-mu
di-la-in wak-tu!” kutenangkan hatiku.
Biarkan waktu
memupuk rindu ini, sampai ia bersemai indah kala kau kembali.
#2332014/09.20 -Kutunggu Kau Dibawah Jembatan Merah_
Cerpen buat deadline besok belum selesai. ehh, malah buat tulisan gak jelas. Ayoh SAN!! kita butuh pasokan sayap baru untuk deadline besok. HAMSAH!
Cerpen buat deadline besok belum selesai. ehh, malah buat tulisan gak jelas. Ayoh SAN!! kita butuh pasokan sayap baru untuk deadline besok. HAMSAH!
23.03/ 29/03/2014
Tangan San lagi gatel nih, dari tadi bawaannya pengen nuuuliiisss muuluuu. dari pada 'Tertinggal rasa bersama keluh dalam lamunan panjaangku' (Ceile lebay! :p) hahaaa... mending San cerita aja deh. kenapa San hoby banget nulis?. Kenapa Blognya San Galau semua (nah loh!) trus gimana rasanya waktu ikut kcm sampe jadi anggota FLP (walupun baru sampe cabang Palembang). Loh, kok baru sampe cabang Palembang? kita bahas yoookk!!! yok ayookk! *_*
Kenapa Hoby Nulis?
Nggak tau ya. emang dari sono nye. karena dengan tulisan semua unek - unek dihati rasanya jadi ilang (kalo uya kuya ngilangin unek unek pake relaksasi, kite disini ngilangin unek - unek pake tulisan :D). nggak tau ujan, nggak tau badai. pokoknya nulis - nulis - nulis. kalo jalannya bener dan bisa konsisten, nulis bisa ngehasilin duit loh. ^_^ jadi seneng kalo ngomongin duit.
Laanjuuuttt...
Kenapa Blognya San Isinya Galau mulu sih?
Blognya San isinya galau - galau mulu bukan berarti San Hobynya ngegalau yaaa... tapi lebih kepada pengikutan suasana (wuaduh, tepok jidat). menurut San sih, buat kata - kata galau itu paling enak. Pernah nih ya, San buat puisi sampe terharu biru (ceileh bahasanya bu' ketinggian). Tapi serius loh, san bener - bener nangis. Apalagi ya anak - anak Alayers diluar sana kan pada hobi ngegalau. Terus kaya'nya menurut mata kaca San, eh salah ding Kaca mata San yang minus 2 ini, anak - anak remaja paling suka sama novel - novel yang berbau galau getoh. Ngegalau? nah! itu dia! Prospek cerah tuh. Bagai mendapat durian runtuh! kita bisa ngasilin duit dari durian runtuh tadi, kita ambil duriannya trus dijual dipasar. Wuueeleehh, ini ngomongin opo toh?
Oke.! balik ke bahasan awal. Galau=Novel=Duit. kalo harga Novel berkisa 45 rb, trus yang beli 100 orang trus dikali 33 provinsi dengan kuota dari toko buku yang tersebar di setiap sudut kota. udeh berape duit tuh? San ampe bingung ngitungnye. (mikir keras/*tepok jidat lagi :P)
Tapi jangan ditiru ya. itu tadi saran yang nggak bener (kaya bener aje lu san) :p. Saran yang bener itu, Novel cerdas untuk umat biar bermanfaat. Jadi isi Novelnya nggak cuma cinta - cintaan, harus ada titik balik aliass benang merah alias kesimpulan dengan manfaat yang bisa diambil dari ceritanya. Yang baca dapet ilmu yang nulis dapet duit. Eh salah, Pahala maksudnya. (hohoo)
Ini kok jadi ngawur ngidur. balik lagi ke Blog San yang Galau. kenapa Galau? Lagi Pengen Aja. Terus... masalah buat loh kalo blognya san isinya galau semua? bakal ngeganggu idup loh, gitu? ngeganggu keluarga loh? ngeganggu sepupu dan keponakan loh? ngeganggu nenek buyut ampe' leluhur loh? ngeganggu peliharaan dan tetangga loh? ngeganggu temen - temen loh? ngeganggu pak rt loh? ngeganggu pak rt. sebelah kampung loh? sewot amat sih, jadi orang! amat aja nggak sewot tuh. :P haha (bercanda). Sebetulnya yang San bisa buat cuma puisi/cerpen yang galau - galau ama yang ngena' di ati. Pernah sih, mau buat puisi tentang 'Pahlawan, maksudnya biar jadi semangat. tapii... ujung - ujungnya San sendiri yang nangis gara - gara puisinya, buat San sadar kalo San itu belum bisa ngebanggain Pahlawan - pahlawan yang telah gugur mendahului kita. yaaahh mau gimana lagi coba, ujung - ujungnya tetep Ga tu de Lau = GALAU! (setidaknya pernah nyoba ye :P)
oke deh. ampe sini dulu ya. San udah ngantuk, pertanyaan - pertanyaan yang lain San bales dimimpi aja. Good Night-Mimpi Indah_Falling Star_kesatria Bintang
Nb: Falling Star is.... (ada deh, mau tau aja urusan orang :P)
Kenapa Hoby Nulis?
Nggak tau ya. emang dari sono nye. karena dengan tulisan semua unek - unek dihati rasanya jadi ilang (kalo uya kuya ngilangin unek unek pake relaksasi, kite disini ngilangin unek - unek pake tulisan :D). nggak tau ujan, nggak tau badai. pokoknya nulis - nulis - nulis. kalo jalannya bener dan bisa konsisten, nulis bisa ngehasilin duit loh. ^_^ jadi seneng kalo ngomongin duit.
Laanjuuuttt...
Kenapa Blognya San Isinya Galau mulu sih?
Blognya San isinya galau - galau mulu bukan berarti San Hobynya ngegalau yaaa... tapi lebih kepada pengikutan suasana (wuaduh, tepok jidat). menurut San sih, buat kata - kata galau itu paling enak. Pernah nih ya, San buat puisi sampe terharu biru (ceileh bahasanya bu' ketinggian). Tapi serius loh, san bener - bener nangis. Apalagi ya anak - anak Alayers diluar sana kan pada hobi ngegalau. Terus kaya'nya menurut mata kaca San, eh salah ding Kaca mata San yang minus 2 ini, anak - anak remaja paling suka sama novel - novel yang berbau galau getoh. Ngegalau? nah! itu dia! Prospek cerah tuh. Bagai mendapat durian runtuh! kita bisa ngasilin duit dari durian runtuh tadi, kita ambil duriannya trus dijual dipasar. Wuueeleehh, ini ngomongin opo toh?
Oke.! balik ke bahasan awal. Galau=Novel=Duit. kalo harga Novel berkisa 45 rb, trus yang beli 100 orang trus dikali 33 provinsi dengan kuota dari toko buku yang tersebar di setiap sudut kota. udeh berape duit tuh? San ampe bingung ngitungnye. (mikir keras/*tepok jidat lagi :P)
Tapi jangan ditiru ya. itu tadi saran yang nggak bener (kaya bener aje lu san) :p. Saran yang bener itu, Novel cerdas untuk umat biar bermanfaat. Jadi isi Novelnya nggak cuma cinta - cintaan, harus ada titik balik aliass benang merah alias kesimpulan dengan manfaat yang bisa diambil dari ceritanya. Yang baca dapet ilmu yang nulis dapet duit. Eh salah, Pahala maksudnya. (hohoo)
Ini kok jadi ngawur ngidur. balik lagi ke Blog San yang Galau. kenapa Galau? Lagi Pengen Aja. Terus... masalah buat loh kalo blognya san isinya galau semua? bakal ngeganggu idup loh, gitu? ngeganggu keluarga loh? ngeganggu sepupu dan keponakan loh? ngeganggu nenek buyut ampe' leluhur loh? ngeganggu peliharaan dan tetangga loh? ngeganggu temen - temen loh? ngeganggu pak rt loh? ngeganggu pak rt. sebelah kampung loh? sewot amat sih, jadi orang! amat aja nggak sewot tuh. :P haha (bercanda). Sebetulnya yang San bisa buat cuma puisi/cerpen yang galau - galau ama yang ngena' di ati. Pernah sih, mau buat puisi tentang 'Pahlawan, maksudnya biar jadi semangat. tapii... ujung - ujungnya San sendiri yang nangis gara - gara puisinya, buat San sadar kalo San itu belum bisa ngebanggain Pahlawan - pahlawan yang telah gugur mendahului kita. yaaahh mau gimana lagi coba, ujung - ujungnya tetep Ga tu de Lau = GALAU! (setidaknya pernah nyoba ye :P)
oke deh. ampe sini dulu ya. San udah ngantuk, pertanyaan - pertanyaan yang lain San bales dimimpi aja. Good Night-Mimpi Indah_Falling Star_kesatria Bintang
Nb: Falling Star is.... (ada deh, mau tau aja urusan orang :P)
Disaat Terakhirmu (29.03.2014/21.38)
Saat - saat terakhir seperti ini, semuanya
seperti ranjau yang bersiap membunuhku.
Tatapmu bagai pedang tajam, yang siap siaga menikam jantungku,
Senyummu bagai belati dengan pinggiran berduri yang hanya sekejap saja dapat mengoyakkan isi kepalaku,
Lalu kekatamu, bagai racun terampuh. Yang barang siapa mendengarnya dapat teracuni pendengarannya,
Kau melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan kita. kugenggam ujung jilbabku, sebagai pelampiasan agar air mataku tak menetes.
"Sampai jumpa!" senyummu mengembang bak busur tak hingga derajat kelengkungannya.
Rela -Tak rela, harus ku biarkan kau pergi,
Sudi - Tak sudi, harus ku biarkan kau berlari
Selamat jalan kasih!
Bila sampai masanya, kuyakin kau kan kembali
There's a moment I've been chasin'
That I'll never let you go
#Kutunggu kau di bawah jembatan merah . tulisan sederhana yang berharap bisa jadi buku. :P *Penulis kelas teri*. berharap dapet ide dari langit supaya Zaara_Raldi_Fikar (tokoh andalan) cerita hidupnya berlanjut ke Bab 3. Hamasah!
Tatapmu bagai pedang tajam, yang siap siaga menikam jantungku,
Senyummu bagai belati dengan pinggiran berduri yang hanya sekejap saja dapat mengoyakkan isi kepalaku,
Lalu kekatamu, bagai racun terampuh. Yang barang siapa mendengarnya dapat teracuni pendengarannya,
Kau melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan kita. kugenggam ujung jilbabku, sebagai pelampiasan agar air mataku tak menetes.
"Sampai jumpa!" senyummu mengembang bak busur tak hingga derajat kelengkungannya.
Rela -Tak rela, harus ku biarkan kau pergi,
Sudi - Tak sudi, harus ku biarkan kau berlari
Selamat jalan kasih!
Bila sampai masanya, kuyakin kau kan kembali
There's a moment I've been chasin'
That I'll never let you go
#Kutunggu kau di bawah jembatan merah . tulisan sederhana yang berharap bisa jadi buku. :P *Penulis kelas teri*. berharap dapet ide dari langit supaya Zaara_Raldi_Fikar (tokoh andalan) cerita hidupnya berlanjut ke Bab 3. Hamasah!
Langganan:
Postingan (Atom)
