Jumat, 30 November 2018
Surviveee 30/11/2018
Senin, 13 Februari 2017
Selasa, 06 Desember 2016
Hai? 5.27 7 Desember 2016
Puas sekarang?
Mungkin aku yang salah atau aku yang terlalu sensitif, tapi kamu berubah
Kamu bukan seseorang yag aku temukan hampi 7 tahun yang lalu
Sudah bosankah?
Atau kau lelah?
Maaf aku yang kekanakan..
Maaf aku sering cari masalah..
Maaf aku sering ngomong gak penting..
Maaf aku selalu sok ngatur..
Maaf aku yang selalu pengen tau tentang kamu
Maaf udah buat kamu gaak nyaman..
Maaf selalu ngatur hidupmu..
Salahku terlalu banyak kan ya?
Kamu berubah..
Apa karna jadi dewasa?
Aku suka kamu dewasa, aku suka kamu yang dulu..
Aku egois yaah?? Maaf..
Sabtu, 19 November 2016
Rabu, 14 September 2016
Heiho My Dreams
Sudah ngerasain yang namanya kuliaaah. Dan sekarang lagi nikmatin masa - masa libur lebaran (idul adha). Huuuaaahh.. Allohkuu, banyak yang pengen diceritain. Perjuangan buat masuk FK! Dan semua kedeg degan lainnya. Jangan kira masuk FK swasta itu cuma modal duit yaa. Kita harus ngalahin hampir 700 orang dengan kuota yang diterima cuma 89 orang. Ini luar biasa Allohkuu, bahkan aku nda bisa tidur sampe jam 12 malam waktu nunggu pengumuman. Semangat fah! Jadi lulusan terbaik, bisa ke-jerman nantinya, jadi dokter yang baik, bisa dikirim ke Palestin! Mama-Papa mungkin aku nda bisa kuliah di universitas terbaik, tapi aku pastikan akan menjadi Lulusan terbaik. Mungkin aku bukan salah satu dari mereka yang kuliah di universitas terbaik, tapi akan ku pastikan untuk menjadi dokter yang terbaik. FIGHTING FAAH!!
Langitku, apa kabarmu? Kau sehat? Muqabalahnya lancar?
Kau ingat dengan semua mimpi-mimpi kita?mimpi-mimpi yang kata orang mustahil, sekarang semakin jelas nampak didepan mata. jangan pernah perdulikan semua omongan orang yaa.. mungkin kita memang tertinggal cukup jauh dari mereka, tapi sungguh langitku semua itu tak masalah. Tak masalah seberapa kali kita jatuh, tak masalah seberapa kali kita terseok hingga berdarah, yang akan Allah lihat seberapa kuat upaya kita untuk bangkit dan tegak kembali. Kita tak akan kalah hanya karena omongan sumbang dari orang-orang diluar sana... berjanjilah langitku, berjanjilaaah....
Berkali-kali gagal, mengajarkanku untuk jadi seorang yang tangguh, berkali-kali gagal membuatku semakin berani untuk mencoba sesuatu yang baru. Aku tau, ketika aku gagal sebenarnya Allah sedang menyiapkan mentalku, agar aku menjadi orang berani dan tangguh! Agar aku menjadi seorang yang berani mengambil resiko tanpa harus takut untuk terjatuh. Bukankah orang-orang hebat diluar sana adalah orang-orang yang tangguh? Kau tahukan bagaimana perjuangan Einstein hingga bisa dikenal semua oramg? Orang-orang hebat diluar sana adalah mereka yang tetap memiliki semangat membara walau harus jatuh setiap waktu. Titik!
Terima kasih yaa langitku... terima kasih untuk semuanya, untuk semua kepercayaanmu pada mimpi-mimpiku yang kata orang mustahil. Terima kasih karena tetap percaya padaku, bahwa aku bisa wujudkan semua mimpiku. Kau tau? Bahkan disaat temanku yang lain, menyarankan untuk menghapus semua mimpiku, lalu menggantinya dengan jalan hidup yang lain, hanya kau yang tetap percaya bahwa semuanya akan menjadi mungkin. Terima kasih untuk selalu percaya pada gadis bodoh yang egois ini, bahkan disaat terakhir pun kau tetap katakan bahwa semuanya akan menjadi mungkin. Terima kasih telah menjadi teman terbaikku, setelah orang tuaku dan saudara-saudaraku. ^_^ sampai jumpa disaat yang tepat yaaa...
Jumat, 03 Juni 2016
Kamis, 19 Mei 2016
Selasa, 01 Maret 2016
Selasa, 08 Desember 2015
Minggu, 22 November 2015
Jumat, 30 Oktober 2015
Selasa, 27 Oktober 2015
Sepenggal cerita Langit
Sudah bisa bangun pagi?
Aku sering berfikir, salahkah yang kita lakukan selama ini?
Suatu hari nanti, Apakah aku yang akan bangunkan kau tiap pagi?
Lalu dengan malas kau berkata “Lima menit lagi sayaang,..”
“Lima menit lagi? Bagaimana istana kita disurga akan selesai, jika sang arsitek bermalas-malasan?”.
Kaupun bergegas bangun, lalu mengecup mesra keningku “Sekarang sang arsitek telah siap melaksanakan tugasnya!. Bagian mana dulu yang akan kita buat cintaku?”
“Tiangnya..” ucapku membelai rambutmu. “Sholat itu tiangnya… dengan 1/3 malam ini, akan kita ukir tiangnya dengan indah”. Lalu kita sama – sama tertawa.
Suatu hari nanti, Apakah aku yang akan memasak untukmu?
“Sayang?”
“Iya” jawabku
“Coba cicipi rasa sup yang enak ini, Apakah akhir – akhir ini harga garam murah?”
Aku berjalan menghampirimu lalu mencicipi sup buatanku. “Asiiin yaa..”
“Hahaa… Supmu memang tak ada duanya istriku.” Kau tersenyum menggoda.
“Hahaa..” aku mencubit lenganmu.
“Istrikuu..Istriku… Datanglah kemari, tolong aku” Kau berlari masuk kerumah kita.
“Iya. Engkau kenapa Suamiku?” Aku khawatir melihatmu terduduk lemas dikursi kayu kita.
“Mana tanganmu.. Mana tanganmu..” Kau menggenggam tanganku, lalu meletakkannya didadamu.
“Apa ada yang sakit? Aku bertanya.
“Tidak..” Engkau menggelang.
“Ada apa dengan dadamu? Apakah nyeri? Kekhawatiranku bertambah. “Suamiku.. kau kenapa?”
“Aku baik – baik saja Istriku. Aku hanya lelah, Aku hanya ingin mendekapkan tanganmu didadaku. Ahh… Bahkan tanganmu pun sunggu menenangkan” Kau menyenderkan kepalamu di pundakku.
Aku mengecupmu keningmu dengan mesra “Bagaimana dengan kecupanku? Apa berhasil mengusir lelahmu, sayangku?” Aku menatap matanya.
“Bahkan lebih dari cukup istriku. Sekarang, tubuhku benar – benar kembali segar.” Kau tersenyum
“Benarkah?”
“Aku tak akan berani membohongimu, sayang.” Kau mengelus rambutku.
“Baiklah.. karena suamiku tercinta sudah kembali segar, Bagaimana jika kita mulai sekarang?” aku tersenyum nakal.
“Memulai apa?”
“Aku memasak, kau cuci piring. Atau aku cuci piring, lalu kamu yang masak. Silahkan kau pilih yang mana sayangku”
“Hahaa..Sudah kuduga, jadinya akan seperti ini. Seharusnya aku minta sesuatu yang lebih tadi. Emm.. ngomong – ngomong sayang, jika tugasku didapur selesai. Apakah akan ada hadiah istimewa selain sebuah kecupan?
Aku tertawa, lalu memeluk pinggangmu. “kita lihat saja nanti…”
“Kau kenapa suamiku? Kenapa kau bersedih?”
Kau hanya diam.
“Kau masih cemburu?”
“Bagaimana aku tidak bersedih. Bagaiman aku tidak cemburu. Jika aku tau istriku mencintai orang lain?”
Aku tersenyum, lalu mengelus kepalamu. “Aku sangat mencintaimu suamiku. Dulu saat kita pertama bertemu, sekarang ketika kita telah menikah, lalu nanti saat kita sampai disurga. Tapi maaf, jika aku harus membagi cinta kita.”
Air matamu menetes disudut pipi. “Kenapa kau tega melakukannya padaku?” Hatimu terluka.
“Sayang… coba dekatkan tanganmu kesini.” Aku meletakkan tangannya dipertuku.
“Dialah yang membagi cinta kita.. Apa kau masih akan cemburu?” aku tersenyum, mengecup pipinya.
“Kau hamil istriku? Maksudmu.. ini tentang anak kita?”
“Iya sayangku…”
“Hahaa.. jika begitu, kita tak perlu membagi cinta. Yang kita lakukan sekarang adalah menambah kuota cinta kita” ia tersenyum bahagia, mengecup keningku, lalu mengelus perutku.
Suatu hari nanti, Apakah aku yang akan mengantarmu sampai kedepan pintu?
“Jaga pandanganmu sayang, ketika zina telah dekat dipelupuk matamu. Kecupanku ini akan selalu mengingatkan. Ingatlah bahwa ada aku dan anak – anakmu yang menunggumu dirumah” Aku mengecup mata kanan dan mata kirimu.
“Jaga perkataanmu sayang, mulut itu ibarat 2 mata pedang. Jika ia tak melukaimu dengan kata – katanya, maka akan ada orang lain yang terluka karenanya. Berkatalah yang baik, Jangan mencaci dan memaki, jangan kau umbar rayumu kelain hati” Aku mengecup bibirmu.
Aku mencium tangamu. “Tangan ini milikku, tak boleh dimiliki perempuan lain selain aku.”
Kau tersenyum, mengecup pipiku. “Berjanjilah, ketika aku pergi bekerja. Wajah ini hanya milikku, kecantikannya hanya untukku, lalu senyumnya tak boleh kau berikan pada lelaki lain selain aku.”
“Jangan mencemooh, jangan bergosip, jangan mengadu domba, jangan membuat fitnah. Jaga mulutmu untukku, agar kita bertemu lagi di Surga-Nya” kau mengecup bibirku lalu mengelus kepalaku.
Bukankah itu indah? Mungkinkah ini akan menjadi nyata? Aahhh… semoga saja Putri Bintang dan Kesatria Awan akan benar – benar bahagia ^_^. 08.18/24102015./ Rencana novel yang gak kelar - kelar.